Masyarakat Galesong Raya Menolak Tambang Pasir Laut

@cakrawalaide.com
By : Ade Wahid

Makassar, cakrawalaide.com – Masyarakat galesong raya beserta beberapa Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kemahasiswaan, melakukan aksi besar-besaran untuk menolak tambang pasir laut di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) provinsi sulawesi selatan, Jl urip Sumoharjo (1/3) .
Dalam aksi tersebut, masyarakat mendesak untuk menghentikan proses penambangan pasir laut yang dianggap merusak ekosistem, dan menghilangkan mata pencaharian nelayan setempat.

sejak awal (pertengahan tahun 2017 yang lalu) aktivitas penambangan pasir laut yang dilakukan oleh beberapa perusahaan, untuk menimbun laut di kota makassar (tepatnya depan pantai losari) telah mendapatkan penolakan keras dari masyarakat.

walaupun beberapa perusahaan yang mengelolah tambang pasir laut itu telah mendapatkan izin dari pemerintah, tetapi setelah di diamati dan ditinjau, ternyata izin tersebut tidak didasari oleh aturan tentang rencana zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

By : Shim

Menurut daeng linu’, selaku masyarakat galesong, mengungkapkan “sebelum adanya penambangan pasir laut ini pendapatan nelayan biasanya mencapai 25 sampai 30 persen, tetapi setelah beroperasinya penambangan pasir ini pendapatan nelayan sangat menurun drastis dan pemukiman warga di pesisir perlahan-lahan mengalami abrasi yang dapat mengancam pemukiman kami dan ini jelas sangat merugikan kami selaku warga pesisir dan khususnya nelayan”, ungkapnya.
Sementara masyarakat dan mahasiswa tengah menyuarakan aspirasinya, salah satu anggota dewan (Darmawansyah Muin), turun menyambut dan mendengar aspirasi-aspirasi masyarakat galesong, dia merupakan ketua komisi D DPR provinsi sul-sel. Setelah mendengar beberapa aspirasi masyarakat dari setiap perwakilan daerah di galesong raya,

Darmawansyah mengatakan “saya juga salah satu anggota dewan yang menolak keras penambangan pasir laut di galesong, dan saya sudah menyurat ke gubernur untuk menghentikan proses penambangan sementara sampai adanya penyampaian dari komisi D untuk menghentikan penambangan, inshallah dalam waktu dekat kita adakan rapat dengar pendapat dengan pemerintah provinsi,” tuturnya.

Penulis : Ade

Editor : Shim

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.